Ngelantur Singkat

Jauh di mata, jauh di hati, mukanya juga jauh… #gaje :-| Hahaha mulai lagi ini pikiran melayang-layang gak jelas gak tentu arah. Hari sabtu kemaren ada yang meninggal. Gue gak terlalu mikirin karena gak kenal dekat sama orangnya.Waktu orang-orang di sekitar lagi ngerumpi soal seputar kematian si bapak itu, yang kepikiran malah, “Kenapa acara pemakaman umumnya nggak meriah? Karena mayatnya di-formal-in.” :-| *kriuk*

Iklan

FML

Gagal. Kalah. Jatuh. Merangkak. Bangkit. Terseok. Jatuh. Merangkak. Diinjak. Berhenti. Merangkak. Masih…

Eh, nggak separah itu kok.

#3: Penyesalan

Tidak ada kata terlambat, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Kalimat itu bagus banget ya, mengajak supaya tidak gampang menyerah dan tetap berusaha walaupun deadline sudah di depan mata. Bagi mahasiswa yang punya segambreng tugas, bisa disisipkan saat merajuk kepada dosen agar menerima tugas-tugas mereka yang telat dikumpulkan. Hehehe

Tapi kalau untuk yang satu ini, em… pada tau kan kalau penyesalan tidak pernah tidak datang terlambat? Well, sebaiknya penyesalan tidak usah datang sama sekali daripada terlambat. Dalam hidup, pasti ada kejadian atau kesalahan di masa lampau yang membuat masa sekarang kurang memuaskan atau bahkan mengecewakan, tidak seperti apa yang diimpikan dulu. Menyesal… “Andai dulu gua nggak begitu pasti keadaan sekarang nggak seperti begini dan dia nggak akan menutup hatinya buat gue.” -_-! Selanjutnya akan timbul rasa bersalah dan jika berlarut-larut akan timbul rasa rendah diri.

There, kalau bisa menahan rasa penyesalan agar tidak datang, aman. Bagaimana kalau terlambat, rasa sesal sudah menggerogoti pikiran dan rasa bersalah meng-krikiti *halah…* perasaan? Memaafkan diri sendiri dan menerima kenyataan hidup apa adanya sepertinya satu-satunya jalan agar bisa memperbaiki dan kembali melanjutkan hidup dengan bahagia.

:: not related to topic-self discovered fact: Wanita memang benar-benar racun dunia(ku), membuat lemah tak berdaya, lebih mengerikan daripada isu kiamat 2012.

Terlambat Posting

Phew… karena hujan lebat yang disertai angin badai yang mengakibatkan hampir sebagian besar jalanan di Kota Padang berubah menjadi sungai, hampir saja saya terpaksa mendorong motor dari Jalan Imam Bonjol sampai ke rumah di Sei Sapih… jam 10 malam… ditengah hujan. Untung Vega R bisa dihidupkan kembali dan dengan sedikit mbrebet det-det-det-det akhirnya bisa sampai rumah dengan selamat basah kuyup, walaupun sudah pakai mantel.

Pas nyampe rumah saya teringat tentang proyek nulis-nya Fhia, pengen ikut ngerjain! Sebenernya sudah pengen mulai dari tadi siang, tetapi ya… dasar slacker, nggak langsung dikerjain :P Proyeknya sederhana, hanya menulis postingan blog setiap hari berdasarkan tema yang sudah ditentukankan. Temanya pun boleh ditentukan sendiri-sendiri olah yang pengen ngerjain, tapi saya pikir… daripada mesti pusing-pusing mikirin tema sendiri dan ujung-ujungnya nanti saya malah nggak jadi nulis, mending ngikut tema yang sudah ditentukan sama Fhia aja. :D Here we go… Baca lebih lanjut

Mengejar Mimpi

Ini gambar sapi ditengah sawah

Beberapa hari yang lalu, dalam sebuah ruangan lab komputer di kampus…

“Hidup itu diawali dengan sebuah mimpi, maka kejarlah mimpimu hingga mencapai tujuannya!” begitulah kalimat yang terpampang dalam wallpaper pada desktop setiap unit pc yang ada di sini. Sebuah kalimat motivasi yang mungkin dapat membantu mahasiswa dalam berusaha meraih cita-citanya, yaitu tamat kuliah. Dan seperti biasa, ingin atau tidak, dengan semena-mena pikiran ini melayang meninggalkan rumahnya.

Secepat apapun, sekuat apapun kita mengejar mimpi, kita ndak akan pernah bisa menangkapnya. Kita hanya menggiring mimpi dengan cara mengejarnya agar mimpi tersebut bisa mencapai tujuannya, apapun itu. Setelah mimpi berada pada tujuannya dia akan berubah menjadi kenyataan (reality), sehingga kita tidak mungkin menangkap/meraih mimpi. Lha kalo mimpi tersebut sudah sampai pada tujuannya, lalu kita ngapain lagi dong? Oh ya, manusia itu ndak pernah berhenti bermimpi, berarti setelah sebuah mimpi berhasil mencapai tujuannya, kita akan segera kembali berlari mengejar mimpi-mimpi lain yang berkeliaran mencari tujuannya. Oh, kalau ada yang mau istirahat dulu ya silahkan.

Lha, lalu apa gunanya dong cape-cape ngejar mimpi tapi ndak bisa kita tangkap? Sadar atau tidak, dengan mengejar mimpi tersebut kita juga melalui jalan yang sama dengan yang dilaluinya, melihat apa yang dia lihat, mendengar bunyian yang dia dengar. Sumber daya tersebut yang kita dapatkan selama perjalanan kejar-kejaran itu bisa kita gunakan dalam perjalanan pencarian atau pencapaian tujuan kita. Atau malah bisa jadi tujuan yang sudah dicapai si mimpi juga sama dengan tujuan kita.